2 Pria Nekad Tikam Seorang Rekan Kerjanya Hingga Tewas

2 Pria Nekad Tikam Seorang Rekan Kerjanya Hingga Tewas – Seseorang pria bernama Iwan Wahyuda (39) tewas di tangan relasi kerjanya, Sutrisna (33) serta Anwarudin (37) di bengkel, Kampung Kelapa, Pagedangan, Tangerang, beberapa saat lalu. Korban dikeroyok ke dua pemeran dengan argumen dendam.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan (Tangsel), AKP Ahmad Alexander mengemukakan, ke dua pemeran udah membuntuti korban sejak mulai pulang kerja dari PT Liberti. Korban yg selanjutnya sadar disertai berhenti dalam sesuatu bengkel sebagai area pengeroyokan utk memohon tolong warga.

” Pemeran mengerjakan penyerangan pada korban dengan memanfaatkan senjata tajam dengan cara membabi buta, ” pungkasnya pada wartawan, Jumat (6/7/2018).

Hasilnya, kata dia, Iwan tewas di area, lagi tengah ke dua pemeran segera kabur selesai mengerjakan perbuatan itu. Walaupun pernah melarikan diri, gak diperlukan waktu lama polisi utk menciduk kedua-duanya di Jalan Raya Situ Terate Kampung Patikus, Kecamatan Cikande, Serang, Banten.

Kala dapat di tangkap, jelas Ahmad, kedua-duanya pernah melawan memanfaatkan pisau maka polisi terpaksa sekali menembak kaki ke dua pemeran. Dari hasil interigasi, pemeran Sutrisna didapati berfungsi menjadi pelaku eksekusi, lagi tengah Anwarudin berfungsi mengendarai motor utk kabur selesai beraksi.

Terhadap polisi, jelasnya, Sutrisna mengakui berencana mengerjakan perbuatan itu karna jengkel dengan korban yg di anggap acapkali mengintimidasinya kala kerja sampai berakhir cek-cok. Pemeran juga mengakui pernah diancam dapat dibunuh korban.

Jadi itu, makin Alexander, Sutrisna ajak Anwarudin mengerjakan tekad jahatnya itu. Dia lantas menyediakan sesuatu pisau yg dimanfaatkan utk menghabisi nyawa korban. ” Kala hari H, banyak tersangka berencana gak masuk kerja utk menyediakan perbuatan jahatnya, mereka tunggu jam pulang kerja korban. Kedua-duanya kami tambahkan perbuatan tegas terarah di ke dua kakinya karna coba melawan petugas kala dapat di tangkap, ” ujarnya.

Efek tingkah lakunya, kedua-duanya dijerat Clausal 170 ayat 2 ke 3e serta atau Clausal 351 ayat 3 serta atau Clausal 338 serta/atau Clausal 340 KUHP dengan ancaman hukuman 20 th. atau seumur hidup atau hukuman mati.