Ahmad Dhani Terjerat Hukum

Ahmad Dhani Terjerat Hukum – Ahmad Dhani berubah menjadi terduga kembali. Kesempatan ini ia disangka berperan pencemaran nama baik. Ini seperti trilogi lantaran Dhani 2x berubah menjadi terduga awal mulanya.

Pertama pada 2 Desember 2016, Dhani diumumkan polisi jadi terduga masalah makar. Semula, Dhani serta sembilan aktivis diamankan polisi waktu malam awal mulanya, yaitu Kamis, 1 Desember 2016. Dhani diamankan di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta. Tidak cuman Dhani, ada nama tenar berbeda, seperti Rachmawati Soekarnoputri serta Ratna Sarumpaet.

“Terduga, kan diamankan, manakah ada saksi diamankan?” papar Irjen Boy Rafli Amar, yang waktu itu berubah menjadi Kepala Divisi Humas Polri, di Monas, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (2/12/2016).

Pada Dhani serta tujuh orang yang lain yang diamankan, polisi menempatkan klausal terkait makar atau usaha menjatuhkan pemerintahan yang resmi berdasar pada Klausal 107 KUHP juncto Klausal 110 KUHP juncto Klausal 87 KUHP. Klausal makar ancaman pidananya merupakan penjara seumur hidup.

Ke-2 pada 28 Agustus 2017, pentolan golongan musik Dewa 19 ini kembali berubah menjadi terduga di masalah berbeda. Kali itu ia diumumkan berubah menjadi terduga oleh Polres Jakarta Selatan dalam masalah cuitan sarkastik di account Twitter-nya.

“Iya, benar (Ahmad Dhani jadi terduga) di Polres Jaksel,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kala diminta konfirmasi

Masalah ini bermula saat Ahmad Dhani dilaporkan relawan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat (BTP Network) pada 10 Maret 2017, karena sebab cuitan sarkastis di account Twitter-nya. Dalam cuitannya, Dhani menyebutkan siapapun partisan penista agama merupakan bajingan yang butuh diludahi.

Laporan dari Ketua BTP Network Jack Boyd Lapian di terima Polda Metro Jaya dengan Isyarat Bukti Laporan (TBL) bernomor LP/1192/III/2017/PMJ/Ditreskrimsus. Jack memberikan laporan Dhani dengan dakwaan Klausal 28 ayat (2) juncto Klausal 45 ayat (2) UU RI No 19 Tahun 2016 terkait Info serta Transaksi Elektronik (ITE).

Ke-tiga pada 18 Oktober 2018 atau Kamis ini, Dhani berubah menjadi terduga masalah pencemaran nama baik. Polda Jawa Timur menginformasikan pengesahan terduga atas Dhani ini dikerjakan sesudah polisi periksa melalui pakar bahasa serta saksi-saksi.

“Dalam masalah yang berbuntut pada laporan itu, kami udah periksa sejumlah pakar bahasa, pakar berbeda, saksi-saksi juga. Kami sudah memutuskan yang perihal (Ahmad Dhani) jadi terduga,” papar Kabid Humas Polda Ja-tim Kombes Frans Barung Mangera kala jumpa wartawan di Mapolda Ja-tim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Kamis (18/10/2018).

Kasusnya merupakan ajaran Dhani yang termuat di video Facebook. Kala itu Dhani, yang ada di Hotel Majapahit Surabaya, mau hadir deklarasi tagar 2019 ubah presiden pada Minggu, 29 Agustus 2018. Tapi ia dihadang oleh beberapa anggota Penggabungan Bela NKRI, hingga Dhani mesti terus ada di hotel. Kala itu ia mengemukakan ujarannya. Dalam videonya, Dhani disangka menyebutkan beberapa orang yang menghadangnya idiot.

“Ini yang mendemo, yang demo ini yang membela penguasa. Lucu, lucu. Ini, ini idiot-idiot ini, idiot-idiot ini. Mendemo, mendemo orang yang tidak berkuasa,” ujar Dhani dalam video itu.