Ancam Tak Boleh Ikut Lelang, Oknum PDAM Surabaya Peras Kontraktor Rp 1 M

Ancam Tak Boleh Ikut Lelang, Oknum PDAM Surabaya Peras Kontraktor Rp 1 M – Kejaksaan Agung memastikan petinggi pembuat prinsip (PPK) PDAM Surya Sembada Kota Surabaya berinisial RTU menjadi terduga. Dia diputuskan menjadi terduga lantaran memeras kontraktor Rp 1 miliar.

” Penyidik Pidsus Kejaksaan Agung udah memastikan inisial RTU sebagai petinggi pembuat prinsip (PPK) PDAM Surya Sembada Kota Surabaya menjadi terduga dalam masalah pendapat tindak pidana korupsi penyalahgunaan kekuasaan/kekuasaan yang terdapat di jabatannya atau pemerasan dengan mengharap uang sebesar Rp 1 miliar pada kontraktor, ” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Mukri dalam keterangannya, Jumat (4/1/2019) .

Pemerasan yang dilaksanakan RTU pada Direktur PT Cipta Wisesa Bersama-sama, Chandra Arianto, yang ditunjuk menjadi penyedia barang/layanan pekerjaan pembangunan jaringan pipa DN-300 serta DN-200 di Jalan Rungkut Madya serta Jalan Kenjeran (MEER) segi timur pada PDAM Surya Sembada Kota Surabaya. Mukri menyampaikan pemerasan ini dilaksanakan berbentuk intimidasi serta intimidasi gak bisa ikuti lelang.

” Lewat cara mengintimidasi serta mengintimidasi tak di ijinkan ikuti lelang, ” sambung Mukri.

Mukri mengimbuhkan, atas terdapatnya intimidasi atau intimidasi itu, Chandra Arianto terpaksa sekali mengerjakan transfer beberapa uang lewat rekening bank yang udah ditetapkan oleh terduga RTU. Pengiriman uang itu dilaksanakan lewat cara kontinyu sejumlah delapan kali dengan keseluruhan Rp 900 juta.

Pemastian terduga dilaksanakan menurut surat pemastian terduga Tap-17/F. 2/Fd. 2/2019 tertanggal 3 Januari 2019.

Terduga RTU disangkakan melanggar Masalah 12 huruf e Undang-Undang Nomer 31 tahun 1999 terkait Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sama seperti udah di ubah serta ditambah lagi Undang-Undang Nomer 20 Tahun 2001 terkait Pergantian atas Undang-Undang Nomer 31 Tahun 1999 terkait Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Masalah 421 KUHP.