Awas Kena Tegur, CCTV di Surabaya akan Dilengkapi dengan Pengeras Suara

Awas Kena Tegur, CCTV di Surabaya akan Dilengkapi dengan Pengeras Suara – Buat pemakai jalan di Surabaya, semestinya taati ketentuan jalan raya. Bila melanggar serta tampak di CCTV, bersiap mendapatkan peringatan dari pengeras nada yang berada di traffic light.

CCTV yang dipasang di traffic light nanti pun diperlengkapi dengan pengeras nada di sejumlah titik. Maksudnya, tidak hanya menjadi camera pengawas, pengeras nada itu nanti akan tersambung dengan ruangan kendali Surabaya Intellegent Transport Sistem (SITS) serta dapat mengingatkan dengan cara langsung siapapun yang lakukan pelanggaran.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya Irvan Wahyudrajat menjelaskan pemasangan CCTV diperlengkapi dengan voice atau pengeras nada, sebetulnya telah dikerjakan semenjak tahun 2013. Akan tetapi, sebab karenanya ada perubahan e-tilang, pihaknya lalu merubah skema voice jadi langsung tilang by spot.

“Jadi sebetulnya mulai tahun 2013 kita telah menempatkan di 20 titik untuk voice, terpenting di simpang-simpang yang padat atau riskan pelanggaran, yang langsung tersambung dengan SITS,” kata Irvan di ruangan kerjanya, Rabu (6/3/2019).

Menurut Irvan, gagasan pemasangan pengeras nada pihaknya sudah lakukan pengaturan dengan deretan kepolisian. Ada banyak titik CCTV sebagai prediksi pemasangan pengeras nada. Mengenai beberapa tempat itu diantaranya tempat parkir, trotoar, rambu-rambu jalan raya seperti di muka Cito Mall, Royal Plaza, Tunjungan Plaza serta Surabaya Plaza sampai di Jalan Genteng Besar.

“Tahun ini kita buat yang banyak pelanggaran di rambu-rambu larangan, menantang arus, itu jadi atensi bu wali untuk e-tilang tahun ini,” katanya.

Tidak hanya optimalisasi CCTV serta pemasangan pengeras nada, akan diperlengkapi dengan face recognition. Dengan skema itu, CCTV bukan sekedar dapat merekam, akan tetapi pun mengetahui serta menjumpai muka beberapa pelanggar.

“Tahun ini kita targetkan 25 titik untuk camera yang sekaligus juga ada skema face recognition dan e-tilang, lalu juga sekaligus voice,” pungkasnya.