BPN Sebut Kritik JK Akan Jadi Materi Debat Capres Prabowo

BPN Sebut Kritik JK Akan Jadi Materi Debat Capres Prabowo – Juru Bicara Team Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Arya Sinulingga memandang lumrah serta tdk mempersoalkan masukan yg dilepaskan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

Menurutnya, JK cuma mengkritik beberapa dari beberapa ribu project infrastruktur yg dilakukan sepanjang pemerintahan Jokowi.

“Pak JK kan ngomong itu dari beberapa ratus, beberapa ribu infrastruktur yg ia masukan sekedar satu, dua, tiga (project). Kecil itu, lumrah lah,” tutur Arya waktu dihubungi, Jumat (25/1).

Sehubungan dengan masukan itu, Arya malah menilainya hal semacam itu adalah bukti Jokowi berikan area untuk semua pihak, termasuk juga di internal pemerintah untuk berikan masukan.

“Itu namanya pemerintahan kini. Jika era dahulu kemungkinan kecil itu. Jadi itu dari dalam dikatakan terbuka, ya itu suaranya Pak JK ikut,” tutur Arya.

JK seringkali mengkritik beberapa pembangunan project infrastruktur pemerintah. Salah satunya project infrastruktur yg dikritik JK yaitu masalah pembangunan Light Rail Transit (LRT) di Jakarta serta Palembang.

JK menyebutkan kalau pembangunan LRT Jakarta serta Palembang sangatlah mahal serta gak efektif sebab memakan ongkos sampai Rp500 miliar per km.. JK ikut menilainya pembangunan LRT itu gak efektif sebab ada di samping jalan tol.

“Menyebabkan jalan tol tdk dapat diperlebar sebab ada tiang di sebelahnya,” ujar JK.

Tidak hanya LRT Jakarta serta Palembang, JK ikut mengkritik pembangunan arah kereta api Trans Sulawesi yg mulai beroperasi sejak mulai akhir 2018. Bekas Ketum Golkar itu menilainya pembangunan arah kereta api di Sulawesi gak bakal efektif seperti di Pulau Jawa. Lantaran, perbandingan antar jumlahnya orang serta barang yg bakal diangkut lebih dikit daripada di Pulau Jawa.

Sesaat, pengamat politik Indonesia Political Kupasan (IPR) Ujang Komarudin menilainya masukan yg dikatakan JK tdk elok mengingat statusnya menjadi sisi dari pemerintah.

“Alangkah baik serta bijak bila Pak JK tdk mengkritik pemerintah. Sebab beliau sisi dari pemerintah tersebut,” tutur Ujang dalam pesan pendek kata.

Ujang menuturkan JK harusnya bersama-sama Presiden Joko Widodo ikut mencari pemecahan atas persoalan-persoalan yg sudah sempat dikritiknya.

Dia menilainya JK harusnya bisa berikan input positif sebab punyai pengalaman serta kredibilitas yg gak dikuatirkan menjadi tokoh bangsa.

“Pak JK tentu bisa membereskan beberapa masalah itu. Pak JK tokoh bangsa yg mempunyai pengalaman. Kredibilitasnya disadari dunia,” pungkasnya.

Seterusnya, Ujang memaparkan Indonesia bangga punyai tokoh yg gawat serta solutif seperti JK. Hingga, dia berkata masukan yg berikan JK mesti disaksikan menjadi sisi dari pemecahan atas masalah yg berlangsung.

“Mungkin Pak JK tengah memperingatkan banyak teknokrat, biar dalam membuat infrastruktur janganlah kebanyakan ambil untung,” tutur Ujang.