Cut Tari Serta Luna Maya Korban PHP Hukum

Cut Tari Serta Luna Maya Korban PHP Hukum – Instansi Pengawas serta Pengawal Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI) ajukan praperadilan sehubungan status terduga Luna Maya serta Cut Tari. Ke-2 selebritas itu dipercaya LP3HI tetap menyandang status terduga sehubungan perkara video porno bersama-sama Ariel yang ramai kurang lebih tahun 2010.

Dalam permohonannya, Kurniawan Nugroho dari LP3HI mengikutkan tuntutan termasuk juga pada Kejaksaan Agung (Kejagung). Perkara video porno itu itu diselesaikan Bareskrim Polri, akan tetapi jaksa nyata-nyatanya mengakui belumlah sempat sekali-kali terima pelimpahan berkas dari kepolisian.

” Kami belumlah terima berkasnya, ” ujar Jaksa Agung Muda bagian Pidana Umum (Jampidum) Noor Rochmad di Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Jumat (3/8/2018).

Tapi Noor mengakui tidak mengerti juga pasti bagaimana perubahan masalah itu. Dia malahan baru tahu jika status terduga pada Luna Maya serta Cut Tari tetap menempel sehabis terdapatnya tuntutan praperadilan.

” Kapan hari itu menyebutkan berkas tetap di polisi kan. Sehabis ada prapid (praperadilan) itu belumlah di kirim kesini, ” kata Noor.

” Tunggulah perkembanganlah, ” sambung Noor.
Selama ini berkenaan dengan tuntutan praperadilan itu, Bareskrim belumlah memberi info. Dan proses praperadilan yang di ajukan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan itu akan terakhir dengan dibacakannya putusan pada 7 Agustus lain kali.

Awal kalinya petinggi humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Achmad Guntur, menyebutkan sidang praperadilan di buka pada 2 Juli 2018. Hakim tunggal Florensani Susana Kendenan yang mengadili tuntutan itu.

LP3HI, dalam permohonannya, minta biar Polri menyudahi penyidikan masalah yang menangkap Luna Maya serta Cut Tari. Dalam berkas LP3HI, Luna Maya serta Cut Tari dikenai Clausal 282 ayat 1 KUHP dalam perkara video porno.