Fabinho Tak Permasalahkan Minimnya Jam Terbang di Liverpool

Fabinho Tak Permasalahkan Minimnya Jam Terbang di Liverpool – Fabinho mengakui telah nyetel dengan style main sepakbola Inggris. Walau demikian, ia tidak ingin cepat-cepat menuntut jatah main di Liverpool.

Fabinho dihadirkan Liverpool dari AS Monaco musim panas ini untuk menambal kepergian Emre Can di posisi tengah. Tetapi, dengan kekuatannya menjadi gelandang bertahan, Fabinho ialah jawaban untuk The Reds yang memang mencari pemain di tempat itu.

Tetapi, saat pertandingan telah berjalan tiga bulan, Fabinho rupanya belumlah mendapatkan jam main yang cukuplah dari Liverpool. Ia seringkali menjadi cadangan serta bahkan juga sudah sempat seringkali tidak masuk team.

Fabinho baru sekali menjadi starter waktu melawan Chelsea di set ke-3 Piala Liga Inggris serta itu juga ditukar di tiga menit paling akhir laga. Sesaat di Premier League, Fabinho baru main 14 menit.

Lumrah muncul pertanyaan apa kehadiran Fabinho sebetulnya diharapkan oleh Juergen Klopp menjadi manajer. Walau sebenarnya The Reds dipandang perlu figur pemain seperti Fabinho untuk menyeimbangi posisi serang.

Berkaitan kurangnya jam terbang di Liverpool sekarang ini, Fabinho tidak demikian mempermasalahkan sebab ia masih tetap menyesuaikan dengan sepakbola Inggris. Perlahan-lahan akan tetapi tentu, pemain dari Brasil itu mengakui telah nyetel dengan style main disana.

“Proses penyesuaian saya dengan sepakbola Inggris begitu baik. Semenjak pramusim tempo hari, saya meyakini semakin memahami lewat cara main Juergen Klopp serta langkah team bermain,” tutur Fabinho.

“Jalinan saya dengan rekan-rekan setim sangat bagus, terutamanya dengan beberapa pemain Brasil. Roberto Firmino menolong saya serta demikian pula Alisson,” sambungnya.

“Saya sudah bermain cukup lebih lama serta itu terpenting, sebab begitu terpenting untuk menyesuaikan dengan turun di lapangan.”

“Ini pengalaman baru buat saya, sebab Klopp miliki langkah berlainan daripada yang biasa saya mainkan awal mulanya. Tetapi saya ingin belajar ini.”

“Saya telah belajar banyak hal darinya, tetapi ini baru awal. Ia ialah pelatih yang menuntut banyak dari beberapa pemainnya, bukan sekedar di laga, tetapi ikut latihan keseharian,” tutup Fabinho.