Jual Motor Hasil Curian di Medsos, 3 Mahasiswa Diringkus di Kupang

Jual Motor Hasil Curian di Medsos, 3 Mahasiswa Diringkus di Kupang – Polres Kupang Kota tangkap lima aktor pencurian kendaraan bermotor berinisial HB, ARA, MFAR, BAS, serta AAK. Sampai kini mereka menggelisahkan masyarakat kota itu.

Kapolres Kupang Kota AKBP Satria Binti pada wartawan waktu dilaksanakannya pertemuan wartawan di Mapolres Kupang Kota, Jumat, menjelaskan jika diantara ke lima aktor pencurian itu ada tiga aktor ialah mahasiswa di salah satunya kampus di Kota Kupang.

“Beberapa aktor pencurian ini kami tangkap pada Rabu (19/12) berada di Jalan Dua Lontar, Kota Kupang, sesudah kami memperoleh info dari salah seseorang masyarakat yang jadi korban dari masalah pencurian itu,” kata Satria, Jumat (21/12/2018).

Masyarakat yang memberikan laporan itu menjelaskan jika motor kepunyaannya yang dicuri tengah di jual lewat salah satunya sosial media, hingga dianya kerjakan transaksi. Selesai melalukan transaksi jual beli, pemilik lalu coba mengecheck nomer kendaraan bermotor untuk pastikan jika kendaraan itu kepunyaannya.

Hasil dari itu pihak kepolisian langsung mengamankan motor itu, sekaligus juga tangkap aktor HB serta BAS sebagai aktor pencurian.

Selesai penangkapan itu, hasil dari interogasi pihak kepolisian lalu memperoleh aktor baru, berinisial MFAR di salah satunya kos-kosannnya serta sekaligus juga mengamankan 13 unit motor dengan satu kunci T sebagai alat waktu aktor lakukan laganya.

Tidak cuma sampai disana saja, pihak kepolisian ikut mengamankan aktor baru selesai tangkap MFAR. Aktor itu berinisial ARA. Dari kos-kosannya kepunyaannya diketemukan ikut beberapa alat yang dipakai untuk mengambil beberapa motor, kompresor untuk mengecat serta menganti warna motor, satu kunci T, beberapa suku cadang kendaraan bermotor serta beberapa kunci kontak yang telah sukses ditukar.

Polisi lalu meningkatkan masalah itu kembali serta sukses meningkatkan satu aktor kembali berinisial AAK, yang jadi penadah.

Beberapa aktor pencurian kendaraan bermotor itu, kata Kapolres, untuk mengambil menganti warna motor, lalu memganti mesin kendaraan bermotor dengan kendaraan motor lainnya, baru lalu mencurinya.

Sampai sekarang ini kata Kapolres, telah ada delapan kendaraan bermotor roda dua yang telah di jual ke Kabupaten Flores Timur, yaitu di Kota Larantuka serta di Pulau Adonara.

Beberapa aktor katanya dipakai hukuman hukuman dengan intimidasi penjara saat tujuh tahun serta sekarang ini beberapa aktor masih tetap ditahan di Polres Kupang Kota.