KPK Bicaa Tentang Mendagri

KPK Bicaa Tentang Mendagri – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menjadi saksi dalam penyelidikan masalah suap pengurusan perizinan project pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi. Pengecekan diskedulkan ini hari, Jumat (25/1).

Tjahjo akan dicheck untuk terduga Neneng Hasanah Yasin (NHY) yang disebut Bupati Bekasi nonaktif.

“Ini hari, Mendagri Tjahjo Kumolo diskedulkan menjadi saksi untuk Bupati Bekasi NHY,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, seperti dilansir dari Pada.

Awal mulanya, pada 10 Januari terus KPK pun sudah periksa Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri Sumarsono menjadi saksi untuk Neneng Hasanah. Waktu itu, KPK memohon beberapa info terhadap Sumarsono bab pertemuan berkenaan dengan perizinan project Meikarta.

“Jadi sejauh manakah pengetahuan dari Dirjen Otda saat itu, kami menelusuri pun info pertemuan itu berlangsung sebab ada dua institusi atau lebih dari satu institusi yg punyai kewenangan berkenaan perizinan Meikarta dalam perihal ini ada Pemprov serta ada Pemerintah Kabupaten Bekasi,” kata Febri saat itu.

Selain itu, selesai dicheck, Sumarsono mengakui dilakukan konfirmasi bab peraturan serta rujukan Gubernur Jawa Barat berkenaan perizinan Meikarta itu.

“Substansinya pembangunan udah berjalan sesaat perizinan belum juga komplet. Nah, ini memaparkan berkenaan kondisi ini dalam hubungan dengan rapat yg dilaksanakan di Ditjen Otonomi Daerah serta surat yg kami layangkan pada gubernur agar mencari pemecahan, koordinir antarkepala daerah propinsi dengan kabupaten sebaik-baiknya,” kata Sumarsono tempo hari.

Selanjutnya, dia menuturkan pertemuan itu dipertunjukkan menjadi tindak lanjut hasil dari Rapat Dengar Saran (RDP) dengan Komisi II DPR RI.

“Selanjutnya kita rapat atas gagasan Dirjen Otda mengundang beberapa pihak berkenaan agar jika masalah pada kepala daerah, gubernur, serta bupati janganlah di ruang umum tuntaskan dengan koordinir dengan cara sah termasuk juga mengundang kementerian berkenaan termasuk juga ATR (Agraria serta Tata Ruangan) dll,” kata pria yg karib dipanggil Soni itu.

Dalam masalah perkiraan tipikor atas project Meikarta, KPK sudah memastikan sembilan terduga. Mereka yaitu Direktur Operasional Lippo Kelompok Billy Sindoro (BS), konsultan Lippo Kelompok Taryudi (T) serta Fitra Djaja Purnama (FDP), pegawai Lippo Kelompok Henry Jasmen (HJ), Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Jamaludin (J), Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi Sahat MBJ Nahor (SMN).

Selanjutnya Kepala Dinas Dinas Penanaman Modal serta Layanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bekasi Dewi Tisnawati (DT), Kepala Sektor Tata Ruangan Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi (NR), serta Neneng Hasanah.

Ada empat orang yg sekarang berubah menjadi terdakwa serta dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung ialah Billy Sindoro, Taryudi, Fitradjaja Purnama, serta Henry Jasmen Sitohang.