Seorang Kakek 79 Tahun Protes Karena Pencoblosan 2 Kali

Seorang Kakek 79 Tahun Protes Karena Pencoblosan 2 Kali – Seseorang kakek, Omalor (79) memprotes lantaran mesti ikuti pungutan suara kembali (PSU) di TPS 05 Dauh Puri, Denpasar, Bali. Omalor mengatakan jengkel lantaran telah tua serta mesti ada 2x buat mencoblos presiden yang sama.

” Saya tempo hari 17 telah milih presiden yang sama, lima orang, presiden, DPD RI, DPR RI s/d tingkat kabupaten/kota. Ini hari saya ulang kembali pilih presiden, presiden berapakah orang, calonnya cuman dua, ” kata Omalor di TPS 05 Dauh Puri, Denpasar, Bali, Kamis (25/4/2019) .

Omalor lantas menyesalkan faktor penentuan kembali ini gak tercantum di surat undangan C6 kembali. Ia jengkel lantaran karena kekeliruan satu orang, ia mesti ada buat mengalirkan hak suaranya.

” Saya presiden 2x milih ini saya ajukan pertanyaan jika ada kekeliruan tekhnis di surat panggilan dilampirkan lantaran kekeliruan tekhnis. Janganlah lantaran satu orang ngamuk di sini semua rakyat kecil dilibatkan yang telah milih, terkecuali saya golput. Saya milih, saya rakyat yang memikul tanggung jawab, saya rakyat yang turut mengawasi NKRI harga mati, ” tegasnya.

” Saya ada kesini rakyat. Jika saat ini ada yang ngamuk , kita pilih kan lucu. Tangal 17 ke 25 1 minggu cuma TPS 05 Dauh Puri Denbar Propinsi Bali, ” sambung anggota Komisioner KPU Denpasar angkatan pertama itu.

Satu diantara tokoh Flobamora Bali ini lantas menyarankan biar tiap-tiap petugas KPPS diterangkan perihal pelanggaran undang-undang berkenaan Pemilu. Gak cuma itu, jika memang perlu keterangan itu diciptakan di kertas serta jadikan pegangan semasing petugas.

” KPPS janganlah diberi teori diberi tulisan jika ada ini undang-undangnya nomer demikian di taruh demikian agar ia baca. Kasihan ia, mau jadi KPPS, jika tak ingin (contohnya katakan) saya pengen jadi pemilih saja, pengen mencari siapa (yang pengen jadi KPPS) ? ” tanyanya.

Terpisah, Komisioner KPU Denpasar I Made Windia menuturkan penyelenggaraan PSU ini dijalankan atas rujukan Bawaslu. Dikarenakan, ada kekeliruan dari pelaku KPPS TPS 05 Dauh Puri, Denpasar Barat, waktu pencoblosan 17 April saat kemarin.

” Tanggal 25 April 2019 ini dijalankan pungutan suara kembali di TPS 05 Dauh Puri, awal mulanya lantaran ada satu orang pemilih yang e-KTPnya di luar Propinsi Bali telah kerjakan pencoblosan ialah surat suara pasangan calon presiden serta calon wakil presiden. Serta direkomendasikanlah pengawas TPS buat mengerjakan PSU, ” kata Made dijumpai di tempat yang sama.

Buat PSU ini hari masih tetap dijaga oleh 7 orang petugas KPPS serta 2 orang petugas ketertiban. Dengan jumlahnya pemilih keseluruhan 210 pemilih.