Sindikat Perdagangan Beberapa Satwa Yang Di Lindungi, 9 Orang Diamankan Polda Metro Jaya

Sindikat Perdagangan Beberapa Satwa Yang Di Lindungi, 9 Orang Diamankan Polda Metro Jaya – Sembilan orang terduga berinisial BJ, EV, ZN, RSB, AL, ES, MYN, AF serta SF, ditangkap deretan Subdit Sumber Daya Lingkungan (Sumdaling) Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Masalahnya mereka adalah sindikat perdagangan beberapa satwa yang dilindungi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menyampaikan, terduga diamankan di tempat tidak serupa yaitu di area Jakarta serta Bekasi. Mereka ditangkap berkaitan perkara penjualan satwa langka lewat jejaring sosial itu.

” Perkara ini bermula dari penawaran di jejaring sosial. Penawaran ini bikin orang mau beli. Sesudah janjian mereka kerjakan jalinan pribadi lewat telephone, ” tuturnya di Polda Metro Jaya, Rabu (26/9).

Tidak cuman banyak terduga, polisi juga mengamankan beberapa hewan yang dipasarkan banyak salah satunya seperti kura-kura moncong babi, buaya muara, lutung jawa, siamang, jalak bali serta burung kakaktua.

” Harga hewan yang jual ini dipasarkan banyak terduga dari harga Rp 100 ribu sampai Rp 1, 2 juta per ekor. Satu ekornya seratus ribu. Kura-kura moncong babi juga satu juta untuk yang dewasa, ” tuturnya.

Dalam pengungkapan perkara ini, ada sejumlah 128 ekor kura-kura moncong babi yang diambil polisi dari pengungkapan perkara ini. Satwa dilindungi yang lain yang sukses diselamatkan yaitu dua ekor buaya muara, dua ekor kakaktua, satu ekor jalak bali, satu ekor jalak putih, satu ekor burung tiong nias, jalak suren, burung bayan, lutung jawa serta siamang.

” Perkara penjualan satwa dengan cara ilegal ini tersingkap sesudah polisi kerjakan penyelidikan sejak mulai Januari hingga Oktober 2018. Menjadi peristiwa ini telah kami melakukan penyelidikan bulan Januari sampai September. Ini ada sembilan laporan polisi, ” papar Argo.

Selain itu, Kasubdit Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Ganis Setianingrum memaparkan, argumen banyak terduga nekat jual satwa dilindungi sebab tergiur untung yang besar. Misalnya, ES yang banting stir dari penjual ikan hias.

” ES bersama dengan tiga rekanannya lantas lalu geluti usaha penjualan kura-kura ekor babi sejak mulai Agustus saat kemarin. Dia (ES) penjual ikan hias sebab mungkin memandang dari rekanannya penjualan ini amat bagus, mungkin dia coba-coba, ” kata Ganis.

Argumen ES jual kura-kura moncong babi sebab memang diburu oleh negara luar untuk obat kuat serta kecantikan. Bahkan juga, satwa yang cuma berada pada Papua itu di ekspor ke banyak negara termasuk juga Hong Kong serta Taiwan.

” Tidak berada pada negara beda juga daa ini biasanya memang berubah menjadi trend yang amat mengundang hasrat untuk banyak pemburu sebab nilainya cukup amat mahal. Untuk di Indonesia saja dipasarkan seratus namun kalaupun untuk diluar ada kemungkinan lebih sebab ini untuk obat serta kecantikan. Menjadi Biasanya di Hong Kong serta Taiwan juga serta itu memang peredarannya disana. Kita juga tetap mengincar pemeran beda yang bertindak memasok kura-kura moncong babi yang diselundupkan dari Papua memakai arah hawa, ” ungkapnya.