Unik! TPS di Kampung Semarang Ini Disulap Bak Pelaminan Pernikahan

Unik! TPS di Kampung Semarang Ini Disulap Bak Pelaminan Pernikahan – Menyongsong pesta demokrasi dapat dikerjakan lewat cara unik. Di Semarang, ada kampung yang menyiapkan pemilu dengan hiasi TPS bak pelaminan pernikahan.

Berada di RT 2 RW 4, Medoho Seruni, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, TPS 09 ini ditutup tenda warna warni yang meriah komplet dengan gerbang bunga.

Di TPS, bilik nada ditempatkan di meja panjang yang telah di pasang di pelaminan. Kursi-kursi yang ditutup kain putih berjajar untuk tempat menanti giliran.

Suasananya serupa sekali dengan situasi hajatan pernikahan. Dari dekorasinya, bahkan juga diperlengkapi air mancur kecil di muka pelaminan.

Ketua Instansi Pemberdayaan Penduduk Kelurahan Sambirejo, Atmadji (59) menjelaskan masyarakat di kampungnya itu memang kompak serta setuju tiap-tiap ada penentuan umum jadi menghiasnya dengan topik berlainan.

“Berawal dari ketertarikan bapak-bapak di pertemuan teratur. Lalu saran dibikin yang menarik,” kata Atmadji, Selasa (16/4/2019).

Waktu pencoblosan, bukan sekedar situasi TPS yang disetting serupa pernikahan, masyarakat serta petugas akan menggunakan batik. Bahkan juga sebelum TPS dibuka akan ada makan prasmanan.

“Untuk yang jagalah di sini dianjurkan gunakan baju kebiasaan Jawa, beberapa pemilih saya anjurkan pakai batik semua, seperti ingin kondangan,” tuturnya.

Atmadji menerangkan di TPS itu ada 284 DPT. Semua pemilih itu datang dari satu RT serta tidak ada RT lainnya yang masuk sebab banyaknya cukup sudah banyak. Dengan masyarakat yang kompak, lanjut Atmadji, semua persiapan dapat selesai ini hari.

“Biayanya seputar Rp 20 juta, iuran masyarakat,” katanya.

Hiasi TPS menurut Atmadji dapat mendesak jumlahnya golput. Hal tersebut dapat dibuktikan pada penentuan -pemilihan awal mulanya. Memang masih tetap ada golput, tetapi itu sebab situasi tertekan tidak dapat pilih.

“Ini untuk menarik ketertarikan masyarakat supaya tidak golput. Jika ada masyarakat yang tidak hadir saya jemput. Oya, saya berikan masyarakat di sini tidak terima sepeserpun dari calon legislatif,” jelas Atmadji.