Warga di 5 Desa KRB II Boyolali Terlibat Gladi Evakuasi Gunung Merapi

Warga di 5 Desa KRB II Boyolali Terlibat Gladi Evakuasi Gunung Merapi – Tubuh Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, mengadakan gladi pengungsian penduduk yg bertempat di daerah Lokasi Riskan Bencana (KRB) II Gunung Merapi. Gladi pengungsian ini sertakan penduduk di 5 desa di Kecamatan Musuk, Boyolali.

” Gladi lega ini pokoknya yaitu buat kesiapsiagaan penduduk, stakeholder, aktor baik itu relawan, pemerintan desa dalam rencana penanggulangan bencana alam terutama erupsi Gunung Merapi, ” kata Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Boyolali, Bambang Sinungharjo, di area gladi di lapangan Desa Sruni, Kecamatan Musuk, Rabu (5/9/2018).

Disebutkan Sinung, arah gladi yaitu apabila serius berlangsung letusan serta mesti dilaksanakan pengungsian, penduduk telah siap serta bisa lakukan pengungsian mandiri.

” Sebab itu kan alam, tetapi mesti, senang tak senang penduduk telah dilatih serta siap melawan. Telah digladi buat kesiapsiagaan melawan bencana alam, terutama Merapi, ” katanya.

Dalam simulasi ini mempraktekkan 4 klaster, ialah komunikasi, logistik, pengungsi serta medis atau kesehatan.

Kasi Kedaruratan BPBD Boyolali, Kurniawan Fajar Prasetyo, memberi tambahan gladi sertakan penduduk langsung di lokasi KRB II, termasuk juga kemampuan ditempat buat pengungsian. ” Pengungsian mandiri berbasiskan penduduk ditempat. Kita berdayakan SDM, sumber daya lokal, kendaraan buat mengevakuasi penduduk di lokasi KRB II, ” katanya.

Penduduk lima desa KRB II yg ikut serta dalam gladi lega ini yakti Desa Cluntang, Mriyan, Lanjaran, Sruni serta Sangup. Mereka dievakuasi ke titik aman ialah tempat penampungan pengungsi sesaat (TPPS), di lapangan Desa Sruni yg berjarak kira-kira 8 km dari puncak Merapi.

” Dari Desa Sangup yg sangat dekat dengan puncak Merapi hingga Lapangan Sruni, anggapan waktu yg diperlukan buat pengungsian 40 menit sejak mulai dinyatakan pengungsian. Sangat minim. Tetapi malahan ini buat mendapat feel yg sebenarnya apabila berlangsung letusan serta penduduk mesti dievakuasi, ” tambah Yoyok, sapaan akrabnya.

Menurut Yoyok yang Komandan SAR BPBD Boyolali, hambatan yg mungkin dihadapi pada waktu pengungsian yaitu infrastruktur. Ialah keadaan jalan yg tak selurunya mulus hingga dapat halangi laju kendaraan-kendaraan pengungsian.